“Sebenarnya dengan Empat Musim Pertiwi, mudah-mudahan diputar di sana pun itu sudah salah satu cara mempromosikan Indonesia,” sambungnya.
Sebagai informasi, film ini mengisahkan tentang Pertiwi (Putri Marino) yang kembali ke kampung halamannya setelah 20 tahun mendekam di penjara.
Ia pun harus menghadapi penolakan dari keluarga dan warga yang masih mengingat masa lalu yang membuatnya harus dipenjara. Di tengah kepulangannya itu, Bisma (Arya Saloka) menjadi salah satu sosok yang menerima Pertiwi saat ia berusaha menata kembali kehidupannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apa yang terjadi dengan Pertiwi bicara tentang ketidakadilan. Ada trauma-trauma kolektif. Namun dari film ini, dengan mengikuti Pertiwi, kita bisa sedikit melihat bagaimana bahkan dengan kerapuhan, seseorang juga bisa menemukan kekuatan-kekuatan atau bahkan menjadi kekuatan juga untuk orang lain,” ujar Kamila Andini selaku penulis dan sutradara film Empat Musim Pertiwi.
Adapun, film yang juga dibintangi oleh aktris kenamaan Christine Hakim dan Hana Pitrashata Malasan itu akan akan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026.
Penulis : Sheren Nakeisha Aurelia
Editor : Sahlah Amalia
Halaman : 1 2












